Pria di Tapanuli Selatan Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Pasca Pisah dari Istri

Peristiwa312 Dilihat

Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id — Seorang pria berinisial SAB (33) ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri di kediamannya di Desa Malombu Kampung Bukkas, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa sore, 10/3/2026. Korban diduga mengakhiri hidupnya setelah dua tahun hidup menyendiri pasca berpisah dengan istrinya.

Peristiwa ini terungkap saat seorang kerabat sekaligus tetangga korban berkunjung untuk mengajak SAB berbuka puasa. Namun, rumah dalam keadaan sunyi dan pintu terkunci rapat, sehingga saksi curiga dan mengintip melalui jendela. Ia mendapati SAB sudah tergantung menggunakan tali nilon.

“Awalnya saksi yang merupakan tetangga sekaligus anggota keluarga korban datang ke rumahnya untuk mengajak berbuka puasa. Namun, saat pintu rumah diketuk dan korban dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban,” ujar Kapolsek Batangtoru AKP Penggar Marinus Siboro.

Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada kepala desa dan pihak kepolisian. Petugas kemudian melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Angkola Sangkunur menunjukkan jenazah telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan, dengan tanda-tanda pembusukan alami dan tanpa indikasi kekerasan fisik.

“Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” imbuh AKP Penggar Marinus Siboro.

Keterangan keluarga mengungkapkan bahwa SAB mengalami gangguan kejiwaan selama masa kesendirian setelah berpisah dengan istrinya. Tekanan mental tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong korban mengakhiri hidupnya, meski sebelumnya sudah ada upaya pencegahan dari pihak medis dan perangkat desa.

“Bahkan menurut keterangan istrinya, almarhum sebelumnya pernah beberapa kali mencoba melakukan bunuh diri, namun berhasil dicegah,” tandas Kapolsek.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tali nilon dan pakaian korban. Keluarga telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Baca Juga  DPC PPITTNI Tabagsel Gelar Aksi Peduli Bencana untuk Korban Tapanuli Selatan

“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Kami tetap melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi untuk memastikan seluruh fakta kejadian,” tegas AKP Penggar Marinus Siboro.

 

Komentar