Padangsidimpuan, Alarmpena.or.id — Kasus penyaluran roti berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padangsidimpuan memunculkan perhatian serius terkait pengawasan dan perlindungan anak sekolah. Roti yang seharusnya menjadi sumber gizi bagi pelajar justru membahayakan kesehatan mereka, sehingga peran kepala sekolah dan jajaran menjadi sangat krusial.
Kejadian ini diduga terjadi di salah satu SPPG Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, di mana roti berjamur sempat dibagikan kepada anak-anak pelajar. Meski pihak sekolah telah menarik roti tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan belum memberikan pernyataan resmi maupun tindakan tegas terkait kasus ini.
Sumber dari jajaran Pemko Padangsidimpuan mengungkapkan, “Pihak Pemko Padangsidimpuan memang belum ada memberikan statemen mengenai roti berjamur dikarenakan tidak ada OPD yang terlibat dalam penanganan SPPG, penanganan langsung dari BGN,” ujarnya kepada awak media.
Meski demikian, komunikasi dan koordinasi tetap dijalankan antara Pemko dengan koordinator SPPG untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya upaya meski belum ada keterlibatan formal dari pemerintah kota.
Publik mempertanyakan pengawasan di dapur MBG yang seharusnya melibatkan pengawas gizi untuk memastikan bahan makanan layak disalurkan. Kasus roti berjamur ini menimbulkan kesan bahwa pengawasan kurang ketat sehingga membahayakan anak-anak penerima manfaat.
Kordinator SPPG wilayah Kota Padangsidimpuan, Dian Simanjuntak, membenarkan adanya indormasi kasus tersebut.
“Memang betul adanya informasi tentang roti yang berjamur. Saat ini kita masih mendalami masalah ini, Pak,” imbuhnya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Ditambahkannya, kasus ini sudah dilaporkan ke Badan Gizi Naaional dan sedang menunggu tindak lanjutm
” Saat ini sudah kita laporkan ke BGN, dan kita sedang menunggu tindaklanjut dari BGN” tutup Dian Simanjuttak.
Kasus ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pelindung utama anak-anak dari praktik penyaluran makanan yang tidak layak. Kepala sekolah dan jajaran harus lebih teliti dan waspada agar keselamatan generasi penerus bangsa tidak terancam oleh kelalaian atau tindakan yang semata-mata mengejar keuntungan.








Komentar