Dugaan Kontaminasi Kaca dalam Risol MBG di SMK Harapan Padangsidimpuan, Polisi Diminta Selidiki

Padangsidimpuan, Alarmpena.or.id — Temuan pecahan kaca dalam risol program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Harapan, Kecamatan Angkola Julu, memunculkan tuntutan penyelidikan kepolisian dan audit menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) . Peristiwa yang diduga terjadi sekitar Februari 2026 ini mengancam keselamatan konsumen setelah sejumlah siswa dan guru dikabarkan sempat mengonsumsi makanan dari paket yang sama.

Seorang guru berinisial GS menemukan serpihan kaca tajam di dala risol MBG. Menurut informasi yang beredar, temuan serupa juga diduga terjadi pada makanan lain dalam distribusi yang sama. Keberadaan benda asing tersebut baru diketahui setelah sebagian siswa dan guru melakukan konsumsi, sehingga memicu kekhawatiran terhadap risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Pihak pengelola dapur MBG dari informasinya telah menginterogasi seluruh petugas. Namun, tidak ada satu pun yang mengakui perbuatan tersebut. Tanpa menunggu hasil investigasi lebih lanjut atau pemeriksaan rekaman CCTV, manajemen dikabarkan memutuskan memberhentikan sekitar sembilan karyawan sekaligus tanpa pesangon maupun surat peringatan resmi.

Koordinator SPPG Kota Padang Sidempuan, Dian Simanjuntak, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan pihaknya bersama yayasan dan mitra telah melakukan pendekatan kepada pihak sekolah.

“Kami mendatangi sekolah terkait kejadian ini, meminta maaf, dan memastikan apakah ini kesalahan SPPG atau ada unsur lain,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Selasa (8/4/2026).

Ia menambahkan, “Setelah kejadian ini sampai sekarang alhamdulillah tidak ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan.”

Ketua DPC Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Kota Padang Sidempuan, Erik Astrada Nasution, menilai penanganan kasus tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan. Ia menuntut penutupan sementara dapur SPPG untuk audit independen guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kasus seperti ini tidak bisa ditutup begitu saja dengan permintaan maaf. Ada nyawa anak-anak sekolah yang terancam, ada pekerja yang menjadi korban pemecatan tanpa proses hukum yang jelas,” ujar Erik, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga  Dinas PPA Padangsidimpuan Pastikan Korban Kasus Cabul Anak Mendapat Pendampingan Optimal

Ia menegaskan, “Polisi harus segera menyelidiki di lokasi ini agar fakta sebenarnya terungkap. Apakah ini murni kelalaian operasional atau ada unsur lain?”

Erik mempertanyakan sistem pengawasan yang diterapkan SPPG. “Di mana pengawasannya sehingga benda asing bisa masuk ke makanan siswa? Standar keamanan pangan seperti apa yang dijalankan?” tandasnya.

Komentar