Data SPPG Padangsidimpuan Tak Lengkap: Selatan Kuasai 38 Persen, Relawan Dibayar Seratus Ribu

Pemerintah327 Dilihat

PADANGSIDIMPUAN, Alarmpena.or.id — Data program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Padangsidimpuan menunjukkan dominasi jumlah penerima di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang mencapai 7.475 orang atau 37,8 persen dari total 33.003 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara data Kecamatan Padangsidimpuan Utara tidak tampil dalam infografis resmi karena masih mengacu data lama menurut koordinator SPPG Kota Padangsidimpuan.

Infografis yang dirilis Pemerintah Kota Padangsidimpuan itu memvisualisasikan sebaran layanan di lima kecamatan, padahal program mencakup enam kecamatan dengan total 139 unit sekolah. Kecamatan Padangsidimpuan Selatan mencatat angka tertinggi, melampaui dua kali lipat jumlah penerima di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua (4.739 orang) dan empat kali lipat dibanding Kecamatan Angkola Julu (1.822 orang).

“Tiap SPPG 47 orang, status relawan,” kata Dian Simanjuntak, Koordinator SPPG Kota Padangsidimpuan, di Padangsidimpuan, Jumat (10/4/2026).

Dian membenarkan Kecamatan Padangsidimpuan Utara sebagai lokasi layanan yang absen dalam grafik publik. Menurutnya, kondisi itu kemungkinan disebabkan penggunaan data lama oleh pihak Pemko Padangsidimpuan. Perihal selisih signifikan antarkecamatan, ia menjelaskan jarak dan waktu tempuh menjadi pertimbangan utama alokasi.

Lebih lanjut, koordinator tersebut mengklarifikasi keberadaan SPPG kesembilan yang tidak tampil dalam diagram. Unit tersebut adalah Yayasan Tunas Harapan Harapan yang mengelola dua dapur. Dari 450 tenaga kerja yang tersebar di sembilan unit, seluruhnya berstatus relawan dengan gaji minimal Rp100.000 per hari untuk jam kerja delapan jam dan sistem hitungan 12 hari kerja.

Terkait nasib 1.100 siswa eks penerima SPPG Padangmatinggi Lestari yang berhenti operasi akibat temuan roti berjamur, Dian menegaskan penghentian layanan bersifat sementara.

“Stop MBG saat ini karena dapur stop beroperasi sementara bukan permanen. jika sudah beroperasi akan dibagikan dibagikan kembali,” imbuhnya.

Baca Juga  Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I di Bagas Lombang Tapsel Dorong Swasembada Pangan 2026

Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, dalam keterangan di infografis menyebut program MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

“Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Komentar