PADANGSIDIMPUAN, Alarmpena.or.id – Harga getah karet di tingkat petani Kota Padangsidimpuan tercatat melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp15.000 per kilogram pada awal April 2026. Kenaikan ini mengakhiri masa stagnasi beberapa bulan terakhir di mana harga komoditas tersebut hanya berkisar antara Rp9.000 hingga Rp11.000 per kg.
Lonjakan harga ini langsung terasa oleh para petani yang mengandalkan hasil sadapan untuk menopang kebutuhan harian keluarga. Antusiasme terlihat di berbagai titik pengumpulan getah seiring membaiknya pendapatan mereka.
“Harga getah naik saat ini mencapai 15 ribu, sebelumnya hanya berkisar di angka Rp9.000 hingga Rp11.000 per kg dalam beberapa bulan terakhir, ini sangat bagus,” ujar Hutasuhut, seorang petani warga Kota Padangsidimpuan.
Hal serupa juga diungkapkan Zalukhu, petani lain yang telah lama menunggu momen kenaikan harga seperti ini. Ia mendengar harga baru tersebut benar-benar terjadi di lapangan, khususnya di wilayah Sihitang.
“Harga getah sekarang naik Rp15.000 di pengumpul getah di Sihitang Gang Bersinar,” kata Zalukhu, Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan harapannya agar kondisi menguntungkan ini tidak sekadar berlangsung sesaat, melainkan bisa bertahan lebih lama.
Berdasarkan informasi pasar, kenaikan di tingkat petani ini diduga merupakan efek dari menguatnya harga karet dunia akibat keterbatasan pasokan global dan tingginya permintaan industri otomotif. Jika tren ini terus berlanjut, harga karet di Sumatera Utara diprediksi berpotensi naik lagi ke kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 per kg dalam waktu dekat.
Di tengah optimisme tersebut, para petani berharap Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Padangsidimpuan dapat turut memantau stabilitas harga agar tidak terjadi penurunan drastis pasca-panen raya. Sektor perkebunan karet diharapkan kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah sepanjang tahun 2026.








Komentar