PADANGSIDIMPUAN, Alarmpena.or.id — Kota Padangsidimpuan mencatat skor Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 sebesar 42,88, masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 44,53. Capaian tersebut menempatkan kota di wilayah Tapanuli ini pada posisi 65,6 persen dari skor kota terbaik nasional yakni Malang dengan 62,67.
Data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tersebut mengindikasikan pembangunan ekonomi digital di Padangsidimpuan bergerak relatif lebih lambat dibandingkan capaian nasional, meskipun masih unggul dari sejumlah daerah lain di Sumatera Utara seperti Kabupaten Asahan yang meraih skor 41,92.
Dalam konteks Sumatera Utara, Padangsidimpuan masih kalah dari Kabupaten Batu Bara yang meraih skor 44,62. Sementara itu, Kota Medan—sebagai ibu kota provinsi—masuk dalam daftar kota dengan performa baik secara nasional.
Data Komdigi menunjukkan tren nasional yang kontras dengan kondisi lokal. Sementara pilar Pemberdayaan dan Pekerjaan secara nasional naik signifikan, tidak ada jaminan kota-kota seperti Padangsidimpuan otomatis mengikuti tren positif tersebut tanpa intervensi kebijakan yang tepat.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padangsidimpuan Jhonny P. Situmeang saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan indeks tersebut.
“Baru dalam fase evaluasi, reviu dan inventarisir program/kegiatan dalam masa transisi di kominfo mohon bersabar,” katanya, dimana dirinya baru menjabat sebagai plt. beberapa hari lalu.
IMDI 2025 mencatat pertumbuhan skor nasional sebesar 1,19 poin dari tahun sebelumnya. Pertanyaannya, apakah Padangsidimpuan mampu mengejar atau bahkan melampaui tren positif tersebut di tahun mendatang?
Sebagaimana diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam rilis resmi Komdigi, “Transformasi digital harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya di kota-kota besar.”
Bagi Padangsidimpuan, skor 42,88 bisa jadi titik balik—atau peringatan—tergantung bagaimana pemerintah daerah merespons data tersebut dengan aksi nyata.








Komentar