MEDAN, Alarmpena.or.id — Dewan Penasehat Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara mendorong pengurus baru mempercepat pembangunan kantor KAHMI sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai pendukung HMI.
Dorongan itu mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi Dewan Penasehat MW KAHMI Sumut di Ruang VIP RM Bhinneka, Jalan Babura Lama, Medan, Rabu, (2/9/2026).
Pertemuan digelar setelah jajaran KAHMI Sumut, termasuk Dewan Penasehat, ditetapkan melalui Surat Keputusan Majelis Nasional KAHMI Nomor 84/SK/MN-KAHMI/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026.
Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Sumut, H. Syahrul M. Pasaribu, mengatakan forum tersebut penting untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan para alumni HMI.
“Pertemuan silaturahmi ini penting untuk berdiskusi sesama penasehat KAHMI sekaligus memperkuat kebersamaan dan komunikasi. Kita memiliki latar belakang yang sama sebagai alumni HMI,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, Dewan Penasehat diisi alumni senior dengan pengalaman di berbagai bidang, seperti mantan Duta Besar Hasrul Azwar, mantan Direktur Utama PTPN Dahlan Harahap, mantan Sekretaris Daerah Sumatera Utara Nurdin Lubis, Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin, anggota DPR RI Musa Rajekshah, dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin.
Mereka, kata Syahrul, memiliki tanggung jawab memberikan pemikiran, masukan, serta dukungan kepada Presidium dan pengurus MW KAHMI Sumut yang dilantik pada 25 Juli 2026.
Dalam diskusi, Hasrul Azwar dan Nurdin Lubis menyoroti perlunya melanjutkan rencana pembangunan kantor KAHMI Sumut. Sementara Nilam Sari dan Hamzah AR mendorong penyelesaian administrasi aset HMI, termasuk aset kantor Badko HMI.
Koordinator Presidium MW KAHMI Sumut, Rusdi Lubis, mengatakan masukan itu akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja pengurus yang berjumlah lebih dari 400 orang pada Oktober mendatang.
“Ini sudah menjadi pikiran kami dan akan lebih dimatangkan dalam rapat kerja,” ujar Rusdi.
Ia berharap Dewan Penasehat tetap mendampingi pengurus sehingga program organisasi dapat diwujudkan.
Selain persoalan kelembagaan, forum tersebut membahas arah peran KAHMI ke depan. Organisasi alumni HMI itu didorong menjadi “Rumah Intelektual dan Moral”, “Rumah Perekat Alumni”, sekaligus “Garda Pendukung HMI”.
KAHMI juga dinilai memiliki tanggung jawab menjaga dan mendukung kader HMI sebagai sumber keberlanjutan organisasi.
Pertemuan menyepakati Dewan Penasehat bersidang sedikitnya sekali dalam tiga bulan. Ansyari Tarigan dan Irman Oemar ditetapkan sebagai pelaksana sekretaris Dewan Penasehat.
Adapun pertemuan Dewan Penasehat dengan Presidium MW KAHMI Sumut akan digelar sedikitnya sekali dalam enam bulan.








Komentar