TAPANULI SELATAN Alarmpena.or.id – Hamparan lahan seluas 10 hektare di Dusun Hasahatan, Desa Dolok Sordang Julu, Kecamatan Sipirok, mulai digarap untuk tanaman jagung. Penanaman perdana dilakukan Minggu (23/8/2026), sebagai langkah awal menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan pertanian yang masih tersedia.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembina KTNA Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Masyarakat, khususnya para petani, harus ikut mengambil bagian dengan memanfaatkan lahan yang ada secara produktif,” ujar Syahrul.
Ia menegaskan, penanaman 10 hektare tersebut jangan berhenti sebatas kegiatan seremonial. Setelah ditanami, lahan harus dirawat dan dikelola secara serius agar menghasilkan serta memberikan manfaat bagi petani.
Syahrul juga mengingatkan agar lahan pertanian yang masih tersedia tidak dibiarkan menjadi lahan tidur.
“Lahan yang ada jangan dibiarkan kosong. Kalau bisa ditanami jagung, padi atau tanaman pangan lainnya, mari kita manfaatkan. Ini bagian dari upaya kita memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode itu menilai sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat pedesaan. Karena itu, gerakan ketahanan pangan harus dilakukan secara bersama dengan melibatkan pemerintah, KTNA, kelompok tani dan masyarakat.
“Program Pemkab Tapsel untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, mari kita dukung. Kalau petani bergerak, pemerintah memberikan dukungan dan semua pihak ikut membantu, saya yakin ketahanan pangan di Tapsel bisa semakin meningkat,” ujarnya.
Syahrul berharap kegiatan di Dusun Hasahatan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. Menurutnya, setiap lahan yang masih tersedia perlu dioptimalkan sesuai kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
“Program ketahanan pangan Pemkab Tapsel harus dibangun dari desa. Kalau desa kuat, petaninya bergerak dan produksinya meningkat, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat,” katanya.
Anggota DPRD Tapsel, Mhd. Rawi Ritonga, menilai pemanfaatan lahan seluas 10 hektare untuk tanaman jagung dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Selain mendorong peningkatan produksi pangan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang tambahan penghasilan bagi para petani.
“Dengan pemanfaatan lahan seperti ini, kita berharap produksi pangan meningkat dan masyarakat, khususnya petani, juga mendapatkan tambahan penghasilan,” ujarnya.
Penanaman perdana itu turut dihadiri Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan, Ketua KNPI Abdul Rahman Al Mandili, KCD Pertanian Kecamatan Sipirok Eddi Siregar, tokoh masyarakat Sipirok Saleh Hutasuhut, Kepala Desa Dolok Sordang Julu Nasaruddin Siregar serta masyarakat setempat.
Penanaman jagung di lahan 10 hektare tersebut menjadi langkah awal pemanfaatan lahan produktif di Dusun Hasahatan. Lebih dari sekadar menanam jagung, kegiatan itu diharapkan menjadi pemicu keterlibatan masyarakat dalam menggerakkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Tapanuli Selatan.








Komentar