Padangsidimpuan, Alarmpena.or.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan menerima aspirasi dari sekitar seratusan mahasiswa yang menyampaikan tuntutan terkait berbagai persoalan politik dan sosial, termasuk pembangunan saluran irigasi yang berdampak pada perekonomian petani di Kecamatan Batunadua, Rabu 3 September 2025. Massa tiba di kantor DPRD pada pukul 14.30 WIB dan membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.00 WIB, didampingi pengamanan ketat dari Polres Padangsidimpuan dan Satpol PPl)
Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitra Munawaroh, menanggapi enam dari tujuh poin tuntutan mahasiswa dengan menyatakan bahwa poin-poin tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Poin satu sampai enam sudah menjadi kewenangan pusat, namun kami akan sampaikan ke pusat,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pembangunan saluran irigasi yang menyebabkan lumpuhnya perekonomian petani di Kecamatan Batunadua, Sri Munawaroh menegaskan, “Point tujuh bisa kita kawal bersama.”
Aksi ini merupakan bentuk pernyataan sikap Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Padangsidimpuan yang menyoroti dua persoalan utama: kegagalan DPRD dalam menyerap aspirasi publik dan maraknya tindakan represif aparat kepolisian terhadap ekspresi ketidakpuasan masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, GMNI menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, pemecatan anggota DPR yang provokatif, pembukaan ruang dialog terkait kenaikan tunjangan DPR, reformasi Polri, serta penanganan transparan terhadap pelanggaran HAM oleh aparat.
Demonstrasi berjalan damai tanpa kericuhan dengan massa membawa dan membentangkan poster tuntutan mereka. Kehadiran anggota DPRD dari berbagai fraksi seperti Fajar Dalimunte (PDIP), Rusyidi Nasution (Gerindra), dan Maulana (Golkar) turut menyambut aspirasi mahasiswa tersebut.
Ketua GMNI Padangsidimpuan, Pahmiyahya Damanik, menyatakan kesiapan organisasi untuk terus mendampingi gerakan rakyat dengan menjaga kemurnian perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat.
“Kami siap membersamai setiap gerakan perlawanan demi cita-cita revolusi Indonesia,” tulis mereka dalam pernyataan sikap mereka.








Komentar