Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id – Kondisi Bendungan Sungai Bangkola, sumber irigasi utama bagi sawah warga Desa Sihopur dan Desa Siamporik Lombang, semakin memprihatinkan setelah lebih dari empat tahun tidak mendapat perbaikan dari pemerintah.
Warga bersama pengurus DPC Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan mengambil inisiatif gotong royong untuk mengatasi krisis irigasi ini.
“Bendungan ini sudah lama kami usulkan agar diperbaiki, tapi tidak pernah ditanggapi. Padahal, air dari sungai ini sangat dibutuhkan untuk sawah kami.” keluh Rohman Rambe (45), warga Desa Sihopur.
Menurutnya, keluhan ini telah disampaikan berulang kali melalui forum Musrenbang tingkat desa dan kecamatan, namun belum ada realisasi.
Disebabkan belum tersentuh perhatian pemerintah, warga dan Rampas membuat bendungan sementara dengan menumpuk goni berisi pasir sebagai penahan air agar aliran sungai tetap bisa dimanfaatkan untuk irigasi sawah. Namun, upaya ini bersifat sementara dan rentan jebol saat musim hujan besar.
Ketua DPC Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan, Erijon Damanik, didampingi Ketua BPD Sihopur, Purba Ritonga, menegaskan perlunya tindakan nyata dari pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Erijon menegaskan, “Jika bendungan ini tidak diperbaiki, bisa dipastikan swasembada pangan yang menjadi cita-cita Presiden Prabowo hanya akan menjadi omong-omong.”
Warga dan Rampas berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pertanian di wilayah tersebut.








Komentar