TAPSEL Alarmpena.or.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membantah keras isu yang beredar di media sosial. Pihaknya menyebut Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu tidak pernah menolak bantuan provinsi.
“Yang kena bencana kan tidak cuma Tapsel. Kita dari provinsi menghitung alokasi. Kebetulan saat kami mau menambah huntap, kuotanya di Tapsel sudah penuh,” ujarnya di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel, Minggu (1/3/2026).
Isu penolakan bantuan ini viral di kalangan warganet. Narasi tersebut mengklaim Pemkab Tapsel menolak bantuan huntap sebanyak empat kali. Bobby menegaskan, konteksnya sama sekali berbeda dari yang dipahami publik.
Pemerintah provinsi mencatat lima sumber bantuan hunian tetap sudah mengalir ke daerah tersebut. Bantuan itu datang dari Buda Suci, BNPB, Kementerian PKP, Pemprov Sumut, hingga BAZNAS. Dengan demikian, kebutuhan relokasi korban bencana telah tertangani dengan baik.
Bobby mengakui pernah menyampaikan pernyataan seolah-olah bupati menolak. Namun, ia menekankan ungkapan itu sekadar bercanda saat berdialog dengan menteri terkait.
“Saya bilang kemarin bercanda sama Pak Menteri, Pak Bupati nolak. Bukan nolak sebenarnya. Bagus artinya, karena kuotanya sudah penuh,” tandasnya.
Lebih lanjut, Bobby memuji respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Ia menilai kinerja bupati patut diacungi jempol karena mampu mengkoordinasikan berbagai pihak dengan efektif.
“Gercep kita kerja. Pak Bupatinya juga gercep,” imbuhnya.
Sementara itu, Gus Irawan Pasaribu turut memberikan klarifikasi. Ia membantah anggapan bahwa daerahnya menolak bantuan karena alasan nonteknis atau sikap sombong.
“Bukan sombong, bukan menolak karena apa. Memang sudah penuh,” katanya.
Gus Irawan menjelaskan, berbagai program bantuan untuk warga terdampak bencana berjalan lancar. Kementerian Sosial misalnya, telah menyalurkan stimulan sebesar Rp3 juta untuk kebutuhan isi rumah dan Rp5 juta sebagai bantuan ekonomi.
“Itu semua bentuk kepedulian Pak Gubernur kepada kami,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, sikap pemerintah kabupaten justru menunjukkan kepedulian terhadap daerah lain. Ia meminta provinsi mengalihkan bantuan ke wilayah yang lebih membutuhkan.
“Karena rumah sudah penuh, kita minta dialihkan ke daerah lain yang lebih perlu,” pungkasnya.
Berdasarkan rencana, Pemprov Sumut akan mengalihkan alokasi bantuan huntap ke Tapanuli Tengah dan Langkat. Kedua daerah ini masih memerlukan dukungan untuk penanganan pascabencana.








Komentar