Tapsel, Alarmpena.or.id – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu dan H. Jafar Syahbuddin Ritonga (dikenal dengan akronim BAGUSI) telah menjalankan pemerintahan selama satu tahun, dengan berbagai capaian menggembirakan meskipun menghadapi bencana besar yang melanda sebagian wilayah kabupaten, berdasarkan berita yang diterbitkan Waspada.id pada 18 Maret 2026. Pelantikan mereka dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025.
Tapsel yang memiliki 15 kecamatan, 212 desa, dan 36 kelurahan tersebut fokus melakukan perbaikan menyeluruh atas rapor resmi pemerintahannya. Selama sembilan bulan pemerintahan berjalan, 14 dari 15 kecamatan dilanda bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang cukup dahsyat pada 25 November 2025.
Meskipun demikian, seluruh rapor resmi Pemkab Tapsel mengalami peningkatan signifikan. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang selama 5 tahun terakhir hanya mencapai nilai CC, pada tahun 2025 meningkat menjadi B. Indeks Pencegahan Korupsi MCSP KPK juga melonjak tajam dari 65,66 (Zona Merah) tahun 2024 menjadi 81,70 (Zona Hijau) tahun 2025. Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) naik dari 36,56 (Rendah) tahun 2024 menjadi 50,48 (Sedang) tahun 2025, dan Indeks Pelayanan Publik meningkat dari 2,54 (C) menjadi 4,00 (B).
Pada tahun 2025, Tapsel juga meraih penghargaan tingkat nasional sebagai bentuk pengakuan atas program-program unggulan. Kabupaten ini mendapatkan Juara I Nasional pada Indonesia’s SDG’s Action Award – Bappenas atas program Gerakan 1.000 kolam, peringkat II Nasional untuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Sertifikat Eliminasi Filariasis sebagai salah satu dari 7 daerah di Indonesia yang berhasil keluar dari status endemis penyakit kaki gajah.
Program unggulan lainnya adalah Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu di desil 1 dan desil 2 guna memutus mata rantai kemiskinan. Pembelajaran saat ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tapsel di Siharangkarang, sementara pembangunan Sekolah Rakyat sedang berjalan di atas tanah 10 Ha milik Pemkab Tapsel di Sipirok dengan nilai investasi Rp250 miliar.
Tapsel juga menjadi salah satu daerah tercepat menyelesaikan data korban bencana, sehingga juga tercepat mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah dan pihak terkait. Bantuan tersebut meliputi Dana Tunggu Hunian (DTH), santunan korban meninggal dunia, bantuan perbaikan rumah, stimulan ekonomi, serta Hunian Sementara (Huntara). Sehingga semua korban bencana saat ini tidak ada lagi yang tinggal di tenda pengungsian dan dapat menyambut Idul Fitri di tempat hunian yang lebih layak.
“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat, bapak Presiden Prabowo Subianto yang bahkan hadir dan pada pergantian tahun di Tapsel,” kata Bupati Gus Irawan pada beberapa kesempatan.
Selain Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dukungan juga datang dari Kepala BNPB, jajaran Kabinet Merah Putih, TNI, Polri, Gubernur Sumut, Danantara, PTPN 4, serta seluruh jajaran BUMN, korporasi, organisasi, dan relawan yang membantu secara bergotongroyong.
Bupati Gus Irawan dan Wakil Bupati Jafar Syahbuddin mengapresiasi masyarakat Tapsel yang masih memegang teguh falsafah Dalihan Na Tolu, siriaon dan siluluton (bersama dalam suka dan duka).
“Mari kita pertahankan dan tingkatkan ini sebagai modal utama kita membangun Tapsel dan membangun bangsa yang lebih baik ke depan,” ajak Bupati Gus Irawan Pasaribu.








Komentar