Sahur dan Subuh Bersama di Huntara Napa, Menteri PU dan Bupati Tapsel Percepat Penyelesaian 254 Hunian Sementara

Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, bersama Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, melaksanakan sahur dan salat Subuh berjamaah dengan warga terdampak bencana di hunian sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bangkit dari Duka Raih Takwa, Ramadhan Penyembuh Luka” sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat semangat pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan salat secara simbolis kepada sepuluh perwakilan warga Huntara, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan. Selain itu, Menteri PU menyerahkan kunci hunian sementara secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Selatan sebagai tanda percepatan penempatan warga terdampak bencana.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga, Dandim 0212/Tapanuli Selatan Dedi Harnoto, Sekretaris Daerah Tapsel Sofyan Adil Siregar, Asisten III Trianta, Camat Batangtoru Mara Tinggi, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua MUI Kecamatan Batangtoru, Hodlan Dalimunthe, menyampaikan tausiyah dan mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan tersebut.

“Hari ini kita sudah memasuki 19 Ramadhan. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima Allah. Seumur hidup saya baru kali ini merasakan sahur bersama seperti ini. Mudah-mudahan sahur kita bersama membawa keberkahan,” ujarnya.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan 254 unit hunian sementara untuk warga terdampak bencana di Batangtoru terus dikebut agar dapat ditempati sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun, ia menyebutkan kendala utama saat ini adalah ketersediaan air bersih.

“Tadi juga sudah disinggung Pak Bupati kenapa baru sebagian yang selesai. Saya jelaskan sebenarnya huniannya sudah siap, tetapi airnya belum. Sumur bor yang kita siapkan ternyata masih kurang,” ujar Dody kepada awak media.

Baca Juga  Kemacetan Parah di Simpang Silandit Padangsidimpuan Jadi Keluhan Warga, Solusi Mendesak Diperlukan

Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan pengeboran tambahan di dua titik untuk memenuhi kebutuhan air warga.

“Saat ini sedang proses pengurasan. Mudah-mudahan satu dua hari ini selesai dan air bisa dialirkan. Sementara ini kita dibantu oleh Pemkab Tapanuli Selatan melalui mobil pemadam kebakaran untuk distribusi air ke huntara,” imbuhnya.

Dody menargetkan seluruh hunian sementara dapat selesai dan siap dihuni sebelum Lebaran, sehingga warga terdampak bencana tidak lagi tinggal di pengungsian.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri PU serta seluruh pihak terkait.

“Terima kasih kepada Pak Menteri dan seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian luar biasa. Insya Allah target kita sebelum Lebaran, saudara-saudara kita yang terdampak bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian. Semua sudah menempati hunian sementara yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun bersifat sementara, hunian tersebut cukup layak dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan hingga hunian permanen selesai dibangun.

“Kita hanya memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih terpenuhi. Sementara ini Pemkab membantu melalui distribusi air dari Damkar hingga seluruh fasilitas siap digunakan,” tandas Gus Irawan.

Selain membahas hunian sementara, Menteri PU juga memastikan kondisi sejumlah ruas jalan yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara tetap dapat dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Kondisi jalan masih bisa dilalui, meskipun di beberapa titik harus pelan-pelan karena masih ada kerusakan dan cuaca hujan. Kami juga sudah meminta agar pekerjaan pembangunan yang mengganggu lalu lintas sementara ditutup dulu untuk kelancaran pemudik,” jelasnya.

Kegiatan sahur dan Subuh bersama ini menjadi simbol kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memberi harapan baru bagi warga terdampak bencana untuk bangkit dan menyongsong masa depan lebih baik.

Komentar