Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id – Ketua Pengurus Cabang Generasi Muda FKPPI 0212 Tapanuli Selatan (PC GM FKPPI 0212/TS), Rivool Weyn, menyampaikan penolakan terhadap rencana PT Agincourt Resources (PT AR) untuk kembali beroperasi di wilayah Tapanuli Selatan. Pernyataan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap keputusan pemerintah yang mencabut izin operasi PT AR.
Rivool menjelaskan bahwa penghentian aktivitas tambang di kawasan tersebut dianggap penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat, mengingat wilayah ini memiliki risiko bencana alam.
“Kami mendukung kebijakan pemerintah yang mencabut izin operasional PT AR. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan dan mengurangi risiko bencana di wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Menurut Rivool, aktivitas pertambangan di kawasan ini dilaporkan berdampak pada kondisi lingkungan, seperti deforestasi dan pencemaran, serta memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar.
Terkait Dana Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang wajib dialokasikan oleh pemegang izin tambang, Rivool menyampaikan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh, pada tahun 2025 PT AR menyalurkan dana PPM sebesar Rp 2,76 miliar untuk masyarakat di Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru. Pada tahun sebelumnya, program PPM PT AR juga disebutkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan nilai lebih dari USD 2,6 juta.
Rivool juga menyampaikan bahwa sebagian masyarakat lingkar tambang merasa belum sepenuhnya merasakan manfaat langsung dari dana dividen dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT AR. Dana CSR tersebut sebagian digunakan untuk proyek pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok dengan anggaran lebih dari Rp 13 miliar, yang difokuskan pada pariwisata dan konservasi lingkungan.
Sejak 2015, menurut laporan dari masyarakat lingkar tambang, terdapat keluhan terkait manfaat dana dividen dan CSR tersebut. Pernyataan ini menjadi bagian dari diskusi mengenai peran dana tersebut dalam kesejahteraan masyarakat.
Keputusan pemerintah mencabut izin PT AR diambil setelah terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Tapanuli Selatan yang menyebabkan kerusakan permukiman dan korban jiwa. Rivool mengajak semua pihak untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Prioritas utama adalah keselamatan dan kesejahteraan warga serta kelestarian lingkungan di kawasan rawan bencana ini,” tutup Rivool.








Komentar