Tapsel,Alarmpena.or.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Safari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang dirangkai dengan Pengajian Bulanan bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur di Lingkungan II Sosopan, Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Minggu (18/01/2026).
Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan bahwa ini merupakan pengajian akbar pertama yang ia hadiri sejak bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayahnya pada 25 dan 26 November 2024.
“Alhamdulillah, Kecamatan Angkola Timur termasuk wilayah yang tidak terdampak parah bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan dari 15 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 13 kecamatan terdampak langsung pada peristiwa bencana tersebut. Kemudian pada 25 Desember 2024, Kecamatan Saipar Dolok Hole juga mengalami dampak, sehingga total kecamatan terdampak menjadi 14 dari 15 kecamatan. Hanya Kecamatan Aek Bilah yang tidak terdampak sama sekali.
Sebelum menghadiri pengajian, Bupati Gus Irawan melakukan verifikasi data rumah warga terdampak bencana. “Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 2.400 rumah terdampak, dengan 1.808 rumah mengalami rusak berat dan harus dibangun kembali,” jelasnya.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2024 yang merayakan malam Tahun Baru bersama masyarakat terdampak di Tapanuli Selatan, menurut Bupati, menjadi momentum penting bagi penyaluran bantuan yang terus mengalir.
“Alhamdulillah, kehadiran Bapak Presiden membuat bantuan terus berdatangan,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengapresiasi kuatnya nilai-nilai kearifan lokal “Dalihan Natolu” yang menjaga kondusifitas sosial masyarakat pascabencana, meskipun beberapa desa seperti Garoga, Hutagodang, Tandihat, Aek Ngadol, dan Batu Horing mengalami kerusakan paling parah.
“Saya bangga melihat masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan saling mendukung,” ujarnya.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada BKMT dan seluruh masyarakat Angkola Timur yang aktif membantu korban bencana. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan dan pemulihan pascabencana sedang berjalan dan akan dipercepat.
“Kita doakan saudara-saudara kita yang terdampak diberi kekuatan dan pertolongan oleh Allah SWT. Semoga ada hikmah besar di balik musibah ini,” tambahnya.
Selain itu, Bupati mengapresiasi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan dan jajaran yang secara rutin mengunjungi lokasi bencana, memberikan bantuan, dukungan moril, serta hiburan bagi anak-anak korban.
Dampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Selatan hingga kini telah menelan 95 korban meninggal dunia dan 20 orang masih dinyatakan hilang.
“Kami akan terus hadir memberikan dukungan, bantuan, dan semangat bagi masyarakat terdampak,” tegas Gus Irawan.
Sementara itu, Camat Angkola Timur, Ahmad Yunansyah Lubis, menyampaikan rasa syukur wilayahnya relatif aman dari bencana meskipun terdapat beberapa titik longsor kecil yang telah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat.
“Kami masyarakat Angkola Timur ikut merasakan duka. Bersama BKMT dan masyarakat, kami telah mengumpulkan donasi berupa obat-obatan dan makanan yang sudah disalurkan sebanyak tujuh kali ke lokasi bencana,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, anggota DPRD Tapsel Armen Sanusi Harahap, Ketua MUI Angkola Timur, serta jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.








Komentar