Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id – Memasuki fase pemulihan pascabencana alam dengan digelarnya Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I di Desa Bagas Lombang, Kecamatan Sipirok, Kamis (08/01/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis mendukung program swasembada pangan nasional yang ditargetkan pada tahun 2026.
Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyatakan bahwa panen raya ini menjadi simbol kebangkitan daerah setelah diterpa bencana yang luas.
“Momen ini adalah simbol kebangkitan kita di tengah bencana yang baru-baru ini terjadi, hari ini kita mulai menatap masa depan dengan optimisme,” ujarnya.
Dari total 15 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana alam, termasuk Kecamatan Sipirok Dolok Hole (SDH) yang baru saja mengalami dampak pada pekan lalu. Hingga saat ini, korban meninggal dunia tercatat mencapai 95 orang.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mengupayakan pemulihan, seperti pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk para korban bencana.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Polri atas dukungannya dalam pelaksanaan panen raya jagung ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengembalikan semangat masyarakat dalam membangun daerah.
“Terima kasih kepada Polri atas terselenggaranya panen raya jagung ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membangkitkan kembali energi dan semangat masyarakat Tapanuli Selatan. Kita akan menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Tapanuli Selatan, Kompol Muslim Amin, SE, menegaskan bahwa kegiatan panen raya jagung merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program pemerintah yang juga menjadi wujud nyata peran Polri dalam meningkatkan ketersediaan pangan. Polri tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program ketahanan pangan merupakan wujud kerja nyata Polri yang pro rakyat serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
“Harapan kami, program ini dapat terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan,” pungkas Kompol Muslim Amin.
Acara panen raya ini juga dihadiri oleh Danyon C Brimob Kompol Zaenal Muhlisin, perwakilan Kajari Tapsel, Pejabat Utama Polres Tapanuli Selatan, Kapolsek Sipirok, Kepala Bulog, Kepala BPS, Camat Sipirok, Danramil Sipirok, serta Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Selatan.








Komentar