Tapanuli Selatan, Alarmpena.or.id – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu membuka acara buka puasa bersama dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rektor perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, dan instansi vertikal di Mesjid Syahrun Nur Sipirok, Senin (16/03/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menuntaskan Safari Ramadhan di 15 kecamatan. Ia juga mengapresiasi kontribusi masyarakat dan organisasi dalam penanganan bencana 25 November 2025 lalu.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Tapanuli Selatan dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu, termasuk BAZNAS dan berbagai organisasi yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.
Bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak bencana. BAZNAS RI turut membangun 120 unit hunian tetap lengkap dengan masjid di kawasan Aek Latong, Sipirok. Selain itu, BAZNAS didorong berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat, seperti pemanfaatan lahan untuk jagung dan pengembangan kolam perikanan.
“Alhamdulillah, saat ini seluruh korban bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pos pengungsian. Mereka telah menempati hunian sementara, bahkan sebagian sudah tinggal di hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.
Bupati menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Ini adalah salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak boleh ada yang hidup berlebihan sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan,” tegasnya.
Di Tapanuli Selatan, pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN sudah diterapkan dan disalurkan melalui BAZNAS.
Dampak bencana juga mempengaruhi perekonomian daerah. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan sempat melambat dari lebih 5 persen pada triwulan ketiga 2025 menjadi 2,39 persen pada triwulan keempat.
“Syukurnya secara keseluruhan masih berada di angka sekitar 4,39 persen,” jelasnya.
Selain itu, lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan mengalami gagal panen akibat bencana.
Bupati berharap BAZNAS dapat memperkuat program zakat produktif agar mustahik mampu bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kita ingin para mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” katanya.
Ia juga menegaskan masyarakat Tapanuli Selatan memiliki nilai kebersamaan kuat melalui falsafah Dalihan Natolu yang diyakini mampu mempercepat pemulihan.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Ustadz Asef Syafa’at Siregar melaporkan program BAZNAS sejak dilantik pada 22 Oktober 2025. Selama lima bulan, BAZNAS menyalurkan zakat produktif Rp286 juta kepada 71 mustahik, zakat konsumtif Rp53 juta kepada 152 mustahik, zakat fitrah berupa 350 karung beras, bantuan untuk 30 masjid, dan bantuan bencana alam senilai Rp582 juta plus dukungan pembangunan hunian sekitar Rp80 juta.
“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar berkenan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Siregar mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan.
“Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Ny. Asri Murni Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, para pimpinan OPD, Kapolres, Kajari, Dandim 0212, dan berbagai instansi vertikal lainnya








Komentar